AFINA KHIRFIANA
A1314004
KELAS A
RUMUS-RUMUS KIMIA
Dalam mempelajari fungsi trigonometri sering banyak yang merasa
kesulitan, padahal jika kita mengetahui konsep dasarnya itu tidak akan terjadi.
Bentuk soal seperti apapun kita akan dapat kerjakan yang penting kita
mengetahui konsep dasarnya. Trigonometri
(dari bahasa Yunani trigonon = tiga sudut dan metro = mengukur) adalah sebuah
cabang matematika yang berhadapan dengan sudut segitiga dan fungsi
trigonometrik seperti sinus, cosinus, dan tangen. Dasar dari Trigonometri
adalah Konsep kesebangunan segitiga siku-siku. Sisi-sisi yang bersesuaian pada
dua bangun datar yang sebangun memiliki perbandingan yang sama. Pada geometri
Euclid, jika masing-masing sudut pada dua segitiga memiliki besar yang sama,
maka kedua segitiga itu pasti sebangun. Hal ini adalah dasar untuk perbandingan
trigonometri sudut lancip. Konsep ini lalu dikembangkan lagi untuk sudut-sudut
non lancip (lebih dari 90 derajat dan kurang dari nol derajat).
SINUS
Sinus (lambang: sin; bahasa Inggris:
sine) dalam matematika adalah perbandingan sisi segitiga yang ada di depan
sudut dengan sisi miring (dengan catatan bahwa segitiga itu adalah segitiga
siku-siku atau salah satu sudut segitiga itu 90 derajat). Seperti telah
dinyatakan dalam fungsi dasar diatas. Nilai sinus positif di kuadran I dan II
dan negatif di kuadran III dan IV.
Kosinus atau cosinus (simbol: cos; bahasa
Inggris: cosine) dalam matematika adalah perbandingan sisi segitiga yang
terletak di sudut dengan sisi miring (dengan catatan bahwa segitiga itu adalah
segitiga siku-siku atau salah satu sudut segitiga itu 90 derajat). Seperti yang
telah dinyatakan dalam fungsi dasar diatas. Nilai kosinus positif di kuadran I
dan IV dan negatif di kuadran II dan III.
TANGEN
Tangen (lambang
tg, tan; bahasa Belanda: tangens; bahasa Inggris: tangent) dalam matematika
adalah perbandingan sisi segitiga yang ada di depan sudut dengan sisi segitiga
yang terletak di sudut (dengan catatan bahwa segitiga itu adalah segitiga
siku-siku atau salah satu sudut segitiga itu 90 derajat). Nilai tangen positif
di kuadran I dan III dan negatif di kuadran II dan IV.
Stoikiometri adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari ilmu kuantitatif
dari komposisi zat - zat kimia dan reaksi - reaksinya. Dengan kata lain
stoikiometri merupakan “matematika-nya kimia “
1. Hukum Dasar Ilmu Kimia
HUKUM KEKEKALAN MASSA = HUKUM LAVOISIER
"Massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap".
Contoh:
Magnesium + Klor -> Magnesium Klorida
1,0 g 2,9 3,9
2. HUKUM PERBANDINGAN TETAP = HUKUM PROUST
"Perbandingan massa unsur-unsur dalam tiap-tiap senyawa adalah tetap"
Contoh:
a. Pada senyawa NH3 ------ massa N : massa H = 1 Ar . N : 3 Ar . H
= 1 (14) : 3 (1)
= 14 : 3
b. Pada senyawa SO3 ------ massa S : massa O = 1 Ar . S : 3 Ar . O
= 1 (32) : 3 (16)
= 32 : 48
= 2 : 3
1. Hukum Dasar Ilmu Kimia
HUKUM KEKEKALAN MASSA = HUKUM LAVOISIER
"Massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap".
Contoh:
Magnesium + Klor -> Magnesium Klorida
1,0 g 2,9 3,9
2. HUKUM PERBANDINGAN TETAP = HUKUM PROUST
"Perbandingan massa unsur-unsur dalam tiap-tiap senyawa adalah tetap"
Contoh:
a. Pada senyawa NH3 ------ massa N : massa H = 1 Ar . N : 3 Ar . H
= 1 (14) : 3 (1)
= 14 : 3
b. Pada senyawa SO3 ------ massa S : massa O = 1 Ar . S : 3 Ar . O
= 1 (32) : 3 (16)
= 32 : 48
= 2 : 3
Keuntungan
dari hukum Proust:
bila diketahui massa suatu senyawa atau massa salah
satu unsur yang membentuk senyawa tersebut maka massa unsur lainnya dapat
diketahui.
Penyimpangan Hukum Susunan Tetap
Isotop
Terdapatnya dua macam senyawa dengan dua macam perbandingan berat misalnya air
(perbandingan berat oksigen-hidrogen 8:1) dan “air berat” (perbandingan berat
oksigen-hidrogen 8:2), menunjukkan penyimpangan dari hukum susunan tetap.
Senyawa
non-stoikiometri
Komposisi rata-rata Ti0 berkisar dari Ti0,70 ke Ti00,7. Senyawa semacam ini
(Pb S1,14 dan UO2,12) yang menyimpang dari Hukum
Susunan Tetap disebut senyawa Non-Daltonion,
Berthollide atau Non-Stoikiometrik.
3. HUKUM PERBANDINGAN BERGANDA = HUKUM DALTON
"Bila dua buah unsur dapat membentuk dua atau
lebih senyawa untuk massa salah satu unsur yang sama banyaknya maka
perbandingan massa unsur kedua akan berbanding sebagai bilangan bulat dan
sederhana".
Contoh:
Bila unsur Nitrogen dengan oksigen disenyawakan dapat terbentuk,
NO dimana massa N : O = 14 : 16 = 7 : 8
NO2 dimana massa N : O = 14 : 32 = 7 : 16
Bila unsur Nitrogen dengan oksigen disenyawakan dapat terbentuk,
NO dimana massa N : O = 14 : 16 = 7 : 8
NO2 dimana massa N : O = 14 : 32 = 7 : 16
Untuk massa Nitrogen yang sama banyaknya
maka perbandingan massa Oksigen pada senyawa
NO : NO2 = 8 :16 = 1 : 2
selain itu, contoh lain yaitu
Nitrogen dan Oksigen dapat membentuk enam macam senyawa.
NO : NO2 = 8 :16 = 1 : 2
selain itu, contoh lain yaitu
Nitrogen dan Oksigen dapat membentuk enam macam senyawa.
Perbandingan berat oksigen yang bereaksi dengan satu bagian nitrogen adalah :
0,57 : 1,14 : 1,74 : 2,28 : 2,86
: 3,42
1
: 2 : 3
: 4 : 5
: 6
Perbandingan ini merupakan bilangan yang mudah & bulat, jadi sesuai dengan Hukum Kelipatan Perbandingan.
4. HUKUM-HUKUM GAS
Untuk gas ideal berlaku
persamaan : PV = nRT
dimana: P = tekanan gas (atmosfir)
V = volume gas (liter)
n = mol gas
R = tetapan gas universal = 0.082 lt.atm/mol Kelvin
T = suhu mutlak (Kelvin)
V = volume gas (liter)
n = mol gas
R = tetapan gas universal = 0.082 lt.atm/mol Kelvin
T = suhu mutlak (Kelvin)
Perubahan-perubahan dari P, V dan T dari
keadaan 1 ke keadaan 2 dengan kondisi-kondisi tertentu dicerminkan dengan
hukum-hukum berikut :
A. HUKUM BOYLE
Hukum ini diturunkan dari persamaan keadaan gas ideal dengan
n1 = n2 dan T1 = T2 ; sehingga diperoleh : P1 V1 = P2 V2
Contoh:
Berapa tekanan dari 0 5 mol O2 dengan volume 10 liter jika pada temperatur tersebut 0,5 mol NH3 mempunyai volume 5 liter den tekanan 2 atmosfir ?
Jawab:
P1 V1 = P2 V2 maka 2 x 5 = P2 x 10 → P2 = 1 atmosfir
A. HUKUM BOYLE
Hukum ini diturunkan dari persamaan keadaan gas ideal dengan
n1 = n2 dan T1 = T2 ; sehingga diperoleh : P1 V1 = P2 V2
Contoh:
Berapa tekanan dari 0 5 mol O2 dengan volume 10 liter jika pada temperatur tersebut 0,5 mol NH3 mempunyai volume 5 liter den tekanan 2 atmosfir ?
Jawab:
P1 V1 = P2 V2 maka 2 x 5 = P2 x 10 → P2 = 1 atmosfir
B.
HUKUM GAY-LUSSAC
"Volume gas-gas yang bereaksi dengan volume gas-gas hasil reaksi bila diukur pada suhu dan tekanan yang sama, akan berbanding sebagai bilangan bulat dengan sederhana".
Jadi untuk: P1 = P2 dan T1 = T2 berlaku :
Contoh:
"Volume gas-gas yang bereaksi dengan volume gas-gas hasil reaksi bila diukur pada suhu dan tekanan yang sama, akan berbanding sebagai bilangan bulat dengan sederhana".
Jadi untuk: P1 = P2 dan T1 = T2 berlaku :
Contoh:
Hitunglah massa dari 10 liter gas nitrogen (N2) jika pada kondisi
tersebut 1 liter gas hidrogen (H2) massanya 0,1 g.
Diketahui: Ar untuk H = 1 dan N = 14
jadi, massa gas nitrogen = 14 gram.
C. HUKUM BOYLE-GAY LUSSAC
Hukum ini merupakan perluasan hukum terdahulu den diturukan dengan keadaan harga n =
n2 sehingga diperoleh persamaan :
P1 . V1 / T1 = P2 . V2 / T2
D. HUKUM AVOGADRO
"Pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang volumenya sama mengandung jumlah molekul yang sama. Dari pernyataan ini ditentukan bahwa pada keadaan STP (0 derajat C, 1 atm) 1 mol setiap gas volumenya 22.4 liter volume ini disebut sebagai volume molar gas.
Contoh:
Berapa volume 8,5 gram amoniak (NH3) pada suhu 27 derajat C dan tekanan 1 atm ? (Ar: H = 1 ; N = 14)
Jawab:
mol amoniak = ( 8,5 / 17 ) mol = 0,5 mol
Volume amoniak (STP) = 0,5 x 22,4 = 11,2 liter
Berdasarkan persamaan Boyle-Gay Lussac:
"Pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang volumenya sama mengandung jumlah molekul yang sama. Dari pernyataan ini ditentukan bahwa pada keadaan STP (0 derajat C, 1 atm) 1 mol setiap gas volumenya 22.4 liter volume ini disebut sebagai volume molar gas.
Contoh:
Berapa volume 8,5 gram amoniak (NH3) pada suhu 27 derajat C dan tekanan 1 atm ? (Ar: H = 1 ; N = 14)
Jawab:
mol amoniak = ( 8,5 / 17 ) mol = 0,5 mol
Volume amoniak (STP) = 0,5 x 22,4 = 11,2 liter
Berdasarkan persamaan Boyle-Gay Lussac:
Massa Atom Relatif (Ar) suatu
unsur dan Massa Molekul Relatif (Mr)
suatu senyawa didasarkan pada massa atom isotop C-12.
Mr suatu senyawa adalah jumlah total dari Ar unsur-unsur penyusunnya.
Mr suatu senyawa adalah jumlah total dari Ar unsur-unsur penyusunnya.
B. KONSEP MOL
Mol dapat dihubungkan dengan massa (gram).dimana 2x1023 = tetapan bilangan Avogadro
Untuk Molekuk Diatomik, Poliatomik
Rumus kimia adalah rumus yang menyatakan lambang atom dan jumlah atom unsur yang menyusun senyawa. Rumus kimia disebut juga rumus molekul, karena penggambaran yang nyata dari jenis dan jumlah atom unsur penyusun senyawa yang bersangkutan.
Rumus kimia adalah rumus yang menyatakan lambang atom dan jumlah atom unsur yang menyusun senyawa. Rumus kimia disebut juga rumus molekul, karena penggambaran yang nyata dari jenis dan jumlah atom unsur penyusun senyawa yang bersangkutan.
Berbagai bentuk rumus kimia sebagai
berikut:
1. Rumus kimia untuk molekul unsur monoatomik.
Rumus kimia ini merupakan lambang atom unsur itu sendiri.
Contoh : Fe, Cu, He, Ne, Hg.
1. Rumus kimia untuk molekul unsur monoatomik.
Rumus kimia ini merupakan lambang atom unsur itu sendiri.
Contoh : Fe, Cu, He, Ne, Hg.
2.
Rumus kimia untuk molekul unsur diatomik.
Rumus kimia ini merupakan penggabungan dua
atom unsur yang sejenis dan saling berikatan.
Contoh : H2, O2, N2, Cl2, Br2, I2.
3. Rumus kimia untuk molekul unsur poliatomik.
Rumus kimia ini merupakan penggabungan lebih dari dua atom unsur yang sejenis dan saling berikatan.
Contoh : O3, S8, P4.
4. Rumus kimia untuk molekul senyawa ion
Merupakan rumus kimia yang dibentuk dari penggabungan antar atom yang bermuatan listrik, yaitu ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Ion positif terbentuk karena terjadinya pelepasan elektron (Na+, K+, Mg2+), sedangkan ion negatif terbentuk karena penangkapan elektron (Cl-, S2-, SO42-).
Penulisan rumus kimia senyawa ion sebagai berikut.
-Penulisan diawali dengan ion positif (kation) diikuti ion negatif (anion).
-Pada kation dan anion diberi indeks, sehingga didapatkan senyawa yang bersifat netral (jumlah muatan (+) = jumlah muatan (-)).
-Bentuk umum penulisannya sebagai berikut.
Contoh :
Na+ dengan Cl- membentuk NaCl.
Mg2+ dengan Br- membentuk MgBr2.
Fe2+ dengan SO42- membentuk FeSO4.
5. Rumus kimia untuk senyawa biner nonlogam dengan nonlogam.
Penulisan rumus kimia ini berdasarkan kecenderungan atom yang bermuatan positif diletakkan di depan, sedangkan kecenderungan atom bermuatan negatif diletakkan di belakang menurut urutan atom berikut ini.
B � Si � C � S � As � P- N � H � S � I � Br � Cl � O � F
Contoh : CO2, H2O, NH3.
6. Rumus kimia /rumus molekul senyawa organik.
Rumus ini juga menunjukkan jenis dan jumlah atom penyusun senyawa organik yang berdasarkan gugus fungsi masing � masing senyawa.
Contoh :
CH3COOH : asam asetat
CH4 : metana (alkana)
C2H5OH : etanol (alkohol)
7. Rumus kimia untuk senyawa anhidrat.
Anhidrat merupakan sebutan dari garam tanpa air kristal (kehilangan molekul air kristalnya) atau H2O.
Contoh :
CaCl2 anhidrous atau CaCl2.2H2O.
CuSO4 anhidrous atau CuSO4.5H2O.
8. Rumus kimia untuk senyawa kompleks.
Penulisan rumus senyawa dan ion kompleks ditulis dalam kurung siku [...].
Contoh :
Na2[MnCl4]
[Cu(H2O)4](NO3)2
K4[Fe(CN)6]
RUMUS EMPIRIS
Rumus empiris merupakan rumus kimia yang menyatakan jenis dan perbandingan paling sederhana (bilangan bulat terkecil) dari atom � atom penyusun senyawa.
Contoh :
C12H22O11 (gula)
CH2O (glukosa)
C2H6O (alkohol)
CHO2 (asam oksalat)
RUMUS STRUKTUR
Rumus struktur merupakan rumus kimia yang menggambarkan posisi atau kedudukan atom dan jenis ikatan antar atom pada molekul.
Rumus struktur secara singkat dituliskan : CH3CH3 DAN CH3COOH
RUMUS BANGUN/BENTUK MOLEKUL
Adalah rumus kimia yang menggambarkan kedudukan atom secara geometri/ tiga dimensi dari suatu molekul
Contoh : H2, O2, N2, Cl2, Br2, I2.
3. Rumus kimia untuk molekul unsur poliatomik.
Rumus kimia ini merupakan penggabungan lebih dari dua atom unsur yang sejenis dan saling berikatan.
Contoh : O3, S8, P4.
4. Rumus kimia untuk molekul senyawa ion
Merupakan rumus kimia yang dibentuk dari penggabungan antar atom yang bermuatan listrik, yaitu ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Ion positif terbentuk karena terjadinya pelepasan elektron (Na+, K+, Mg2+), sedangkan ion negatif terbentuk karena penangkapan elektron (Cl-, S2-, SO42-).
Penulisan rumus kimia senyawa ion sebagai berikut.
-Penulisan diawali dengan ion positif (kation) diikuti ion negatif (anion).
-Pada kation dan anion diberi indeks, sehingga didapatkan senyawa yang bersifat netral (jumlah muatan (+) = jumlah muatan (-)).
-Bentuk umum penulisannya sebagai berikut.
Contoh :
Na+ dengan Cl- membentuk NaCl.
Mg2+ dengan Br- membentuk MgBr2.
Fe2+ dengan SO42- membentuk FeSO4.
5. Rumus kimia untuk senyawa biner nonlogam dengan nonlogam.
Penulisan rumus kimia ini berdasarkan kecenderungan atom yang bermuatan positif diletakkan di depan, sedangkan kecenderungan atom bermuatan negatif diletakkan di belakang menurut urutan atom berikut ini.
B � Si � C � S � As � P- N � H � S � I � Br � Cl � O � F
Contoh : CO2, H2O, NH3.
6. Rumus kimia /rumus molekul senyawa organik.
Rumus ini juga menunjukkan jenis dan jumlah atom penyusun senyawa organik yang berdasarkan gugus fungsi masing � masing senyawa.
Contoh :
CH3COOH : asam asetat
CH4 : metana (alkana)
C2H5OH : etanol (alkohol)
7. Rumus kimia untuk senyawa anhidrat.
Anhidrat merupakan sebutan dari garam tanpa air kristal (kehilangan molekul air kristalnya) atau H2O.
Contoh :
CaCl2 anhidrous atau CaCl2.2H2O.
CuSO4 anhidrous atau CuSO4.5H2O.
8. Rumus kimia untuk senyawa kompleks.
Penulisan rumus senyawa dan ion kompleks ditulis dalam kurung siku [...].
Contoh :
Na2[MnCl4]
[Cu(H2O)4](NO3)2
K4[Fe(CN)6]
RUMUS EMPIRIS
Rumus empiris merupakan rumus kimia yang menyatakan jenis dan perbandingan paling sederhana (bilangan bulat terkecil) dari atom � atom penyusun senyawa.
Contoh :
C12H22O11 (gula)
CH2O (glukosa)
C2H6O (alkohol)
CHO2 (asam oksalat)
RUMUS STRUKTUR
Rumus struktur merupakan rumus kimia yang menggambarkan posisi atau kedudukan atom dan jenis ikatan antar atom pada molekul.
Rumus struktur secara singkat dituliskan : CH3CH3 DAN CH3COOH
RUMUS BANGUN/BENTUK MOLEKUL
Adalah rumus kimia yang menggambarkan kedudukan atom secara geometri/ tiga dimensi dari suatu molekul
senyawa
berikut perbandingan (rasio) unsur-unsur di dalamnya. Jika dalam suatu rumus
kimia terdapat unsur yang memiliki jumlah atom lebih dari 1, akan diberikan
angka sesuai jumlah atom tepat dibelakang unsur tersebut. Kita ambil contoh
rumus kimia Karbondioksida berikut
CO2
C merupakan simbol dari Atom Karbon
O merupakan simbol dari Atom Oksigen
2 merupakan jumlah dari atom Oksigen
Jadi, tiap 2 atom Oksigen akan tepat berikatan (combine) dengan 1 atom Karbon
O merupakan simbol dari Atom Oksigen
2 merupakan jumlah dari atom Oksigen
Jadi, tiap 2 atom Oksigen akan tepat berikatan (combine) dengan 1 atom Karbon
Ada berapa
rumus kimia/rumus molekul di dunia ini? jawabannya banyak sekali. Setiap unsur,
senyawa, campuran mempunyai rumus kimia masing-masing. Mulai dari rumus kimia
paling sederhana macam Air, Asam Klorida, Ozon, hingga rumus kimia yang rumit
macam senyawa organik seperti karbohidrat, protein, dan vitamin. Berikut ini
rumushitung kumpulkan rumus kimia/rumus molekul dari zat/benda yang cukup
populer di telinga kita seperti Boraks, Formalin, Cuka, emas, perak, dan
sebagainya. Semoga bermanfaat
|
Rumus Kimia/Rumus Molekul Zat-zat Sekitar Kita
|
||
|
Nama
Zat/ Benda
|
Rumus
Kimia
|
Keterangan
|
|
Air
|
H2O
|
Air
|
|
Air Kapur
|
Ca(OH)2
|
Kalsium Hidroksida
|
|
Air raksa
|
Hg
|
Raksa (Hidragyrum)
|
|
Amonia/ Amoniak
|
NH3
|
Amonia
|
|
Asam amino
|
C2H5NO2
|
Asam 2-aminoetanoat (jenis
asam amino dasar)
|
|
Asam Askorbat
|
C6H8O6
|
Asam Askorbat (Vitamin C)
|
|
Asam Benzoat
|
C7H6O2 atau C6H5COOH |
Asam Benzoat
|
|
Asam Folat
|
C19H19N7O6
|
Asam Folat
|
|
Asam Fosfat
|
H3PO4
|
Asam Fosfat
|
|
Asam Karbonat
|
H2CO3
|
Asam Karbonat
|
|
Asam Laktat
|
C3H6O3
|
asam 2-hidroksipropanoat
|
|
Asam Malat
|
C4H6O5
|
Biasa terdapat di Buah
Apel
|
|
Asam Nitrat
|
HNO3
|
Untuk pembuatan
bahan peledak
|
|
Asam Oskalat
|
H2C2O4
|
nama lainnya asam
etanadioat
|
|
Asam Salisilat
|
C7H6O3
|
obat kulit dan jerawat
|
|
Asam Sitrat
|
C6H8O7
|
banyak terkandung dalam
buah jeruk
|
|
Aspirin
|
C9H8O4
|
obat analgesik
|
|
Bauksit
|
Al2O3.2H2O
|
-
|
|
Belerang
|
S
|
belerang
|
|
Benzena
|
C6H6
|
Bezena
|
|
Besi
|
Fe
|
Ferum
|
|
Boraks
|
Na2B4O7·10H2O
|
natrium tetraborat
dekahidrat
|
|
Cuka
|
CH3COOH
|
Asam Asetat
|
|
Emas
|
Au
|
Aurum
|
|
Es Kering
|
CO2(s)
|
Karbon Dioksida Kering
|
|
Formalin
|
H2CO
|
Formaldehida
|
|
Fruktosa
|
C6H12O6
|
merupakan senyawa isomer
dari glukosa
|
|
Garam Dapur
|
NaCl
|
Natrium Klorida
|
|
Garam Inggris
|
MgSO4.7H2O
|
-
|
|
Glukosa
|
C6H12O6
|
-
|
|
Hidrogen
|
H2
|
-
|
|
Intan
|
C60
|
merupakan Alotrop dari
Karbon
|
|
Kafein
|
C8H10N8O2
|
banyak terdapat dalam kopi
|
|
kalsium karbonat
|
CaCO3
|
bahan pembuatan pasta gigi
|
|
Kaporit
|
Ca(ClO)2
|
disinfektan
|
|
Kapur
|
CaCO3
|
Kalsium Karbonat
|
|
Karbohidrat
|
(CH2O)n
|
monomer karbohidrat
|
|
kloroform
|
CHCl3
|
Bahan Pembius
|
|
Lemak
|
C17H33COOH
|
Asam oleat (jenis asam
lemak)
|
|
Metana
|
CH4
|
Metana
|
|
Minyak Tanah
|
CnH2n+2,
dengan 8<n<15 |
senyawa alkana
|
|
MSG (Monosodium Glutamat)
|
C5H8NNaO4
|
Bahan Penyedap
|
|
Natrium Benzoat
|
C6H5COONa
|
Bahan Pengawet
|
|
Ozon
|
O3
|
-
|
|
Perak
|
Ag
|
Argentum
|
|
Protein
|
NH2—CH2CO2H
|
Glisin (jenis asam amino
sederhana)
|
|
Soda Api
|
NaOH
|
disebut juga soda kaustik
|
|
Soda Kue
|
NaHCO3
|
-
|
|
Sodium
|
Na
|
Natrium (nama lain sodium)
|
|
Sukrosa
|
C12H22O11
|
-
|
|
Tawas
|
KAl(SO4)2·12H2O
|
pembunuh kuman
|
|
Tembaga
|
Cu
|
Cuprum
|
|
Urea
|
(NH2)2CO
|
Urea
|
|
Vitamin C
|
C6H8O6
|
= Asam askorbat
|

