Minggu, 06 Oktober 2013


AFINA KHIRFIANA
A1314004
KELAS A

RUMUS-RUMUS KIMIA
Dalam mempelajari fungsi trigonometri sering banyak yang merasa kesulitan, padahal jika kita mengetahui konsep dasarnya itu tidak akan terjadi. Bentuk soal seperti apapun kita akan dapat kerjakan yang penting kita mengetahui konsep dasarnya. Trigonometri (dari bahasa Yunani trigonon = tiga sudut dan metro = mengukur) adalah sebuah cabang matematika yang berhadapan dengan sudut segitiga dan fungsi trigonometrik seperti sinus, cosinus, dan tangen. Dasar dari Trigonometri adalah Konsep kesebangunan segitiga siku-siku. Sisi-sisi yang bersesuaian pada dua bangun datar yang sebangun memiliki perbandingan yang sama. Pada geometri Euclid, jika masing-masing sudut pada dua segitiga memiliki besar yang sama, maka kedua segitiga itu pasti sebangun. Hal ini adalah dasar untuk perbandingan trigonometri sudut lancip. Konsep ini lalu dikembangkan lagi untuk sudut-sudut non lancip (lebih dari 90 derajat dan kurang dari nol derajat).
SINUS
Sinus (lambang: sin; bahasa Inggris: sine) dalam matematika adalah perbandingan sisi segitiga yang ada di depan sudut dengan sisi miring (dengan catatan bahwa segitiga itu adalah segitiga siku-siku atau salah satu sudut segitiga itu 90 derajat). Seperti telah dinyatakan dalam fungsi dasar diatas. Nilai sinus positif di kuadran I dan II dan negatif di kuadran III dan IV.
COSINUS
Kosinus atau cosinus (simbol: cos; bahasa Inggris: cosine) dalam matematika adalah perbandingan sisi segitiga yang terletak di sudut dengan sisi miring (dengan catatan bahwa segitiga itu adalah segitiga siku-siku atau salah satu sudut segitiga itu 90 derajat). Seperti yang telah dinyatakan dalam fungsi dasar diatas. Nilai kosinus positif di kuadran I dan IV dan negatif di kuadran II dan III.
 TANGEN
Tangen (lambang tg, tan; bahasa Belanda: tangens; bahasa Inggris: tangent) dalam matematika adalah perbandingan sisi segitiga yang ada di depan sudut dengan sisi segitiga yang terletak di sudut (dengan catatan bahwa segitiga itu adalah segitiga siku-siku atau salah satu sudut segitiga itu 90 derajat). Nilai tangen positif di kuadran I dan III dan negatif di kuadran II dan IV.


 A. Massa Atom Relatif (Ar) dan Massa Molekul Relatif (Mr)

STOIKIOMETRI ( Kimia Dasar I )
Stoikiometri adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari ilmu kuantitatif  dari komposisi zat - zat kimia dan reaksi - reaksinya. Dengan kata lain stoikiometri merupakan “matematika-nya kimia “

1. Hukum Dasar Ilmu Kimia
HUKUM KEKEKALAN MASSA = HUKUM LAVOISIER
     "Massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap".
Contoh:
Magnesium + Klor -> Magnesium Klorida
     1,0 g          2,9                  3,9

2. HUKUM PERBANDINGAN TETAP = HUKUM PROUST
     "Perbandingan massa unsur-unsur dalam tiap-tiap senyawa adalah tetap" 
      Contoh:
          a. Pada senyawa NH3 ------ massa N : massa H  = 1 Ar . N : 3 Ar . H
                                                                                        = 1 (14)  : 3 (1)  
                                                                                              = 14 : 3
          b. Pada senyawa SO3 ------ massa S : massa O  = 1 Ar . S : 3 Ar . O
                                                                                        = 1 (32) : 3 (16) 
                                                                                              = 32 : 48 
                                                                                              = 2 : 3


Keuntungan dari hukum Proust: 
bila diketahui massa suatu senyawa atau massa salah satu unsur yang membentuk senyawa tersebut maka massa unsur lainnya dapat diketahui.

Penyimpangan Hukum Susunan Tetap
 Isotop
            Terdapatnya dua macam senyawa dengan dua macam perbandingan berat misalnya air (perbandingan berat oksigen-hidrogen 8:1) dan “air berat” (perbandingan berat oksigen-hidrogen 8:2), menunjukkan penyimpangan dari hukum susunan tetap.
           

Senyawa non-stoikiometri
            Komposisi rata-rata Ti0 berkisar dari Ti0,70 ke Ti00,7. Senyawa semacam ini (Pb S1,14 dan UO2,12) yang menyimpang dari Hukum Susunan Tetap disebut senyawa Non-Daltonion, Berthollide atau Non-Stoikiometrik.

3. HUKUM PERBANDINGAN BERGANDA = HUKUM DALTON
"Bila dua buah unsur dapat membentuk dua atau lebih senyawa untuk massa salah satu unsur yang sama banyaknya maka perbandingan massa unsur kedua akan berbanding  sebagai bilangan bulat dan sederhana".
Contoh:
Bila unsur Nitrogen dengan oksigen disenyawakan dapat terbentuk,
       NO dimana massa N : O = 14 : 16 = 7 : 8
       NO2 dimana massa N : O = 14 : 32 = 7 : 16
Untuk massa Nitrogen yang sama banyaknya maka perbandingan massa Oksigen pada senyawa
NO : NO2 = 8 :16 = 1 : 2

selain itu, contoh lain yaitu
Nitrogen dan Oksigen dapat membentuk enam macam senyawa.
Perbandingan berat oksigen yang bereaksi dengan satu bagian nitrogen adalah :
  0,57 : 1,14 : 1,74 : 2,28 : 2,86 : 3,42
     1   :    2   :   3    :    4   :    5   :   6
Perbandingan ini merupakan bilangan yang mudah & bulat, jadi sesuai dengan Hukum Kelipatan Perbandingan.

4. HUKUM-HUKUM GAS 
    Untuk gas ideal berlaku persamaan : PV = nRT 
dimana:    P = tekanan gas (atmosfir)
V = volume gas (liter)
n = mol gas
R = tetapan gas universal = 0.082 lt.atm/mol Kelvin
T = suhu mutlak (Kelvin)
 
               
Perubahan-perubahan dari P, V dan T dari keadaan 1 ke keadaan 2 dengan kondisi-kondisi tertentu dicerminkan dengan hukum-hukum berikut :
 
A. HUKUM BOYLE
   
Hukum ini diturunkan dari persamaan keadaan gas ideal dengan
    n1 = n2 dan T1 = T2 ; sehingga diperoleh : P1 V1 = P2 V2


     Contoh: 
Berapa tekanan dari 0 5 mol O2 dengan volume 10 liter jika pada temperatur tersebut 0,5 mol NH3 mempunyai volume 5 liter den tekanan 2 atmosfir ?
Jawab:
P1 V1 = P2 V2    maka    2 x 5 = P2 x 10  →  P2 = 1 atmosfir



B. HUKUM GAY-LUSSAC
"Volume gas-gas yang bereaksi dengan volume gas-gas hasil reaksi bila diukur pada suhu  dan tekanan yang sama, akan berbanding sebagai bilangan bulat dengan sederhana". 

Jadi untuk: P1 = P2 dan T1 = T2 berlaku :  
  Contoh:
Hitunglah massa dari 10 liter gas nitrogen (N2) jika pada kondisi tersebut 1 liter gas hidrogen (H2) massanya 0,1 g.
Diketahui: Ar untuk H = 1 dan N = 14 
  jadi, massa gas nitrogen = 14 gram.

C. HUKUM BOYLE-GAY LUSSAC 
Hukum ini merupakan perluasan hukum terdahulu den diturukan dengan keadaan harga n = n2 sehingga diperoleh persamaan :   P1 . V1 / T1 = P2 . V2 / T2 

D. HUKUM AVOGADRO
"Pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang volumenya sama mengandung jumlah molekul yang sama. Dari pernyataan ini ditentukan bahwa pada keadaan STP (0 derajat C, 1 atm) 1 mol setiap gas volumenya 22.4 liter volume ini disebut sebagai volume molar gas. 
 Contoh:
Berapa volume 8,5 gram amoniak (NH3) pada suhu 27 derajat C dan tekanan 1 atm ? (Ar: H = 1 ; N = 14)
 Jawab:
mol amoniak  = ( 8,5 / 17 ) mol = 0,5 mol
Volume amoniak (STP) = 0,5 x 22,4 = 11,2 liter
Berdasarkan persamaan Boyle-Gay Lussac: 
  
Massa Atom Relatif (Ar) suatu unsur dan Massa Molekul Relatif (Mr) suatu senyawa didasarkan pada massa atom isotop C-12.
Mr suatu senyawa adalah jumlah total dari Ar unsur-unsur penyusunnya.

B. KONSEP MOL
Mol dapat dihubungkan dengan massa (gram).dimana 2x1023 = tetapan bilangan Avogadro
Untuk Molekuk Diatomik, Poliatomik
Rumus kimia adalah rumus yang menyatakan lambang atom dan jumlah atom unsur yang menyusun senyawa. Rumus kimia disebut juga rumus molekul, karena penggambaran yang nyata dari jenis dan jumlah atom unsur penyusun senyawa yang bersangkutan.
Berbagai bentuk rumus kimia sebagai berikut:

1. Rumus kimia untuk molekul unsur monoatomik.

Rumus kimia ini merupakan lambang atom unsur itu sendiri.

Contoh : Fe, Cu, He, Ne, Hg.


2. Rumus kimia untuk molekul unsur diatomik.
Rumus kimia ini merupakan penggabungan dua atom unsur yang sejenis dan saling berikatan.

Contoh : H2, O2, N2, Cl2, Br2, I2.

3. Rumus kimia untuk molekul unsur poliatomik.

Rumus kimia ini merupakan penggabungan lebih dari dua atom unsur yang sejenis dan saling berikatan.
Contoh : O3, S8, P4.

4. Rumus kimia untuk molekul senyawa ion

Merupakan rumus kimia yang dibentuk dari penggabungan antar atom yang bermuatan listrik, yaitu ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Ion positif terbentuk karena terjadinya pelepasan elektron (Na+, K+, Mg2+), sedangkan ion negatif terbentuk karena penangkapan elektron (Cl-, S2-, SO42-).

Penulisan rumus kimia senyawa ion sebagai berikut.

-Penulisan diawali dengan ion positif (kation) diikuti ion negatif (anion).

-Pada kation dan anion diberi indeks, sehingga didapatkan senyawa yang bersifat netral (jumlah muatan (+) = jumlah muatan (-)).

-Bentuk umum penulisannya sebagai berikut.

Contoh :
Na+ dengan Cl- membentuk NaCl.
Mg2+ dengan Br- membentuk MgBr2.
Fe2+ dengan SO42- membentuk FeSO4.

5. Rumus kimia untuk senyawa biner nonlogam dengan nonlogam.

Penulisan rumus kimia ini berdasarkan kecenderungan atom yang bermuatan positif diletakkan di depan, sedangkan kecenderungan atom bermuatan negatif diletakkan di belakang menurut urutan atom berikut ini.

B � Si � C � S � As � P- N � H � S � I � Br � Cl � O � F

Contoh : CO2, H2O, NH3.

6. Rumus kimia /rumus molekul senyawa organik.

Rumus ini juga menunjukkan jenis dan jumlah atom penyusun senyawa organik yang berdasarkan gugus fungsi masing � masing senyawa.

Contoh :

CH3COOH : asam asetat

CH4 : metana (alkana)

C2H5OH : etanol (alkohol)

7. Rumus kimia untuk senyawa anhidrat.
Anhidrat merupakan sebutan dari garam tanpa air kristal (kehilangan molekul air kristalnya) atau H2O.
Contoh :

CaCl2 anhidrous atau CaCl2.2H2O.

CuSO4 anhidrous atau CuSO4.5H2O.

8. Rumus kimia untuk senyawa kompleks.

Penulisan rumus senyawa dan ion kompleks ditulis dalam kurung siku [...].
Contoh :

Na2[MnCl4]

[Cu(H2O)4](NO3)2

K4[Fe(CN)6]

RUMUS EMPIRIS

Rumus empiris merupakan rumus kimia yang menyatakan jenis dan perbandingan paling sederhana (bilangan bulat terkecil) dari atom � atom penyusun senyawa.
Contoh :

C12H22O11 (gula)

CH2O (glukosa)

C2H6O (alkohol)

CHO2 (asam oksalat)

RUMUS STRUKTUR

Rumus struktur merupakan rumus kimia yang menggambarkan posisi atau kedudukan atom dan jenis ikatan antar atom pada molekul.

Rumus struktur secara singkat dituliskan : CH3CH3 DAN CH3COOH

RUMUS BANGUN/BENTUK MOLEKUL

Adalah rumus kimia yang menggambarkan kedudukan atom secara geometri/ tiga dimensi dari suatu molekul
Rumus Kimia – Sebuah rumus kimia merupakan simbol atau lambang dari unsur-unsur dalam
senyawa berikut perbandingan (rasio) unsur-unsur di dalamnya. Jika dalam suatu rumus kimia terdapat unsur yang memiliki jumlah atom lebih dari 1, akan diberikan angka sesuai jumlah atom tepat dibelakang unsur tersebut. Kita ambil contoh rumus kimia Karbondioksida berikut
CO2
C merupakan simbol dari Atom Karbon
O merupakan simbol dari Atom Oksigen
2 merupakan jumlah dari atom Oksigen
Jadi, tiap 2 atom Oksigen akan tepat berikatan (combine) dengan 1 atom Karbon
Ada berapa rumus kimia/rumus molekul di dunia ini? jawabannya banyak sekali. Setiap unsur, senyawa, campuran mempunyai rumus kimia masing-masing. Mulai dari rumus kimia paling sederhana macam Air, Asam Klorida, Ozon, hingga rumus kimia yang rumit macam senyawa organik seperti karbohidrat, protein, dan vitamin. Berikut ini rumushitung kumpulkan  rumus kimia/rumus molekul dari zat/benda yang cukup populer di telinga kita seperti Boraks, Formalin, Cuka, emas, perak, dan sebagainya. Semoga bermanfaat  
Rumus Kimia/Rumus Molekul Zat-zat Sekitar Kita  
Nama Zat/ Benda
Rumus Kimia
Keterangan
Air
 H2O
 Air
Air Kapur
 Ca(OH)2
 Kalsium Hidroksida
Air raksa
 Hg
 Raksa (Hidragyrum)
Amonia/ Amoniak
 NH3
 Amonia
Asam amino
 C2H5NO2
  Asam 2-aminoetanoat (jenis asam amino dasar)
Asam Askorbat
 C6H8O6
 Asam Askorbat (Vitamin C)
Asam Benzoat

C7H6O2 atau
C6H5COOH
 Asam Benzoat
Asam Folat
 C19H19N7O6
 Asam Folat
Asam Fosfat
 H3PO4
 Asam Fosfat
Asam Karbonat
  H2CO3
 Asam Karbonat
Asam Laktat
 C3H6O3
 asam 2-hidroksipropanoat
Asam Malat
 C4H6O5
 Biasa terdapat di Buah Apel
Asam Nitrat
 HNO3
 Untuk pembuatan  bahan peledak
Asam Oskalat
 H2C2O4
 nama lainnya asam etanadioat
Asam Salisilat
 C7H6O3
 obat kulit dan jerawat
Asam Sitrat
 C6H8O7
 banyak terkandung dalam buah jeruk
Aspirin
C9H8O4
 obat analgesik
Bauksit
 Al2O3.2H2O
 -
Belerang
 S
 belerang
Benzena
C6H6
 Bezena
Besi
 Fe
 Ferum
Boraks
  Na2B4O7·10H2O
 natrium tetraborat dekahidrat
Cuka
 CH3COOH
 Asam Asetat
Emas
 Au
Aurum 
Es Kering
 CO2(s)
 Karbon Dioksida Kering
Formalin
 H2CO
 Formaldehida
Fruktosa
 C6H12O6
 merupakan senyawa isomer dari glukosa
Garam Dapur
 NaCl
Natrium Klorida 
Garam Inggris
 MgSO4.7H2O
 -
Glukosa
 C6H12O6
 -
Hidrogen
 H2
 -
Intan
 C60
 merupakan Alotrop dari Karbon
Kafein
 C8H10N8O2
 banyak terdapat dalam kopi
kalsium karbonat
 CaCO3
 bahan pembuatan pasta gigi
Kaporit
Ca(ClO)2
 disinfektan
Kapur
 CaCO3
 Kalsium Karbonat
Karbohidrat
 (CH2O)n
 monomer karbohidrat
kloroform
 CHCl3
 Bahan Pembius
Lemak
 C17H33COOH
 Asam oleat (jenis asam lemak)
Metana
 CH4
 Metana
Minyak Tanah
 CnH2n+2,
dengan 8<n<15
 senyawa alkana
MSG (Monosodium Glutamat)
 C5H8NNaO4
 Bahan Penyedap
Natrium Benzoat
 C6H5COONa
 Bahan Pengawet
Ozon
 O3
 -
Perak
 Ag
Argentum 
Protein
NH2—CH2CO2H
 Glisin (jenis asam amino sederhana)
Soda Api
 NaOH
disebut juga soda kaustik 
Soda Kue
 NaHCO3
 -
Sodium
 Na
 Natrium (nama lain sodium)
Sukrosa
 C12H22O11
 -
Tawas
 KAl(SO4)2·12H2O
 pembunuh kuman
Tembaga
 Cu
 Cuprum
Urea
 (NH2)2CO
 Urea
Vitamin C
 C6H8O6
 = Asam askorbat
 
Free Blogger Templates